• SMK NEGERI 3 PEKALONGAN
  • STM Pembangunan

Kebutuhan Dunia Kerja Jadi Rujukan Kompetensi Lulusan Pendidikan Vokasi

Jakarta, 21 Desember 2020 --- Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan upaya untuk memastikan sistem pendidikan mampu mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dengan link and match antara pendidikan dan pekerjaan. Menurut Wikan, investasi SDM yang unggul adalah persiapan terbaik menuju Indonesia masa depan.
 
“Ada dua makna link and match. Pertama, kita start at the end, yaitu memulai dengan apa yang dibutuhkan DUDI. Kedua, ayo kita lakukan bersama-sama. Ke depannya, industri harus turut mendidik anak-anak kita,” katanya di Jakarta, Senin (21/12).
 
Dirjen Wikan mengatakan, lulusan pendidikan vokasi harus kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Guna mencapai hal tersebut, kurikulum harus agile dan adaptif terhadap perubahan dan diperkuat melalui internship. Kebutuhan DUDI yang terus diwujudkan Kemendikbud melalui Ditjen Vokasi berupa lulusan dengan karakter baik, inisiatif, terampil, menguasai bahasa asing, serta memiliki soft skills. Menurut Wikan, pihak DUDI mengaku meski hard skills dibutuhkan, namun melatih hard skills jauh lebih mudah dibandingkan mengasah karakter dan soft skills lulusan.
 
Wikan berharap, filosofi pendidikan bukan sekadar muatan yang mengisi pikiran siswa dengan teori, tetapi juga turut menuntun anak-anak bangsa dengan gairah belajar yang menyenangkan, sehingga anak mampu mengembangkan diri secara mandiri dalam dunia dengan teknologi tanpa batas ini. “Soft skills dan karakternya bagus tercermin dari lulusan yang punya sikap pembelajar mandiri sepanjang hayat,” tuturnya.
 
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM), Teten Masduki menyadari pentingnya kolaborasi pendidikan vokasi dengan UKM. Ia mengungkapkan, struktur UKM dari waktu ke waktu tidak menunjukkan perubahan siginifikan. Ia membandingkan kondisi Indonesia yang kewirausahaannya masih di level 3,47%, sementara Singapura sudah hampir 9% dan Thailand serta Malaysia sudah mencapai 5%.
 
Prasyarat menjadi negara maju menurutnya adalah dengan menambah kewirausahaan. Kesenjangan yang terjadi, harus disikapi dengan pendidikan kewirausahaan. Diakui Menkop dan UKM, langkah nyata yang telah dilakukan pihaknya dengan Kemendikbud yang melibatkan pendidikan tinggi sebagai inkubator bisnis perlu diapresiasi. Pendirian start up berbasis teknologi di kampus adalah sebuah lompatan dalam mengembangkan prinsip kewirausahaan di Indonesia.
 
“Kemitraan dengan DUDI yang besar ini perlu dirumuskan lebih detil, karena banyak kemitraan yang bersifat aksi sosial, contohnya industri baja memberikan pelatihan yang tidak berkaitan dengan bagian rantai pasok (supply chain) industri itu. Misalnya, industri baja melatih pengrajin emping melinjo. Ini tidak ideal,” ujar Menteri Teten.
 
Kemitraan yang diinginkan adalah bagaimana UKM menjadi bagian dari rantai pasok industri besar, sehingga pelatihan-pelatihan yang dilakukan benar-benar dapat menjembatani proses transfer pengetahuan dan keterampilan, serta peningkatan kualitas produksi dan desain. Selain itu, produk-produk UKM juga harus diserap industri nasional. Tercatat, partisipasi UKM dalam rantai pasok industri besar baru 4,1%.
 
“Yang mendapat insentif pajak itu seharusnya memang program-program pengembangan vokasi yang terintegrasi dengan rantai pasok, karena UKM jika melihat pengalaman Korea Selatan, Jepang, dan Cina, mereka menjadi rantai pasok industri nasionalnya,” tutup Teten Masduki.
 
Dalam melakukan transformasi pendidikan vokasi, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) telah mewujudkan beberapa paket kebijakan, yakni 1) kurikulum, 2) project based learning, 3) mendatangkan tiga guru tamu minimal 50 jam per semester per prodi, 4) praktik kerja industri minimal satu semester, 5) sertifikasi kompetensi bagi lulusan dan guru-guru, 6) pengajar vokasi rutin dilatih oleh industri yang sesuai, 7) riset terapan start from the end dan didasari kebutuhan riil, 8) komitmen serapan lulusan oleh DUDI, dan 9) beasiswa ikatan dinas dari DUDI untuk lulusan.
 
Untuk diketahui, pada 2020 telah dikembangkan 476 SMK Pusat Keunggulan (Center of Excellence) di 34 provinsi dengan total Rp1,2 triliun, dan ratusan program link and match lain. Berdasarkan data terakhir di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terdapat 7.845 bentuk kerja sama antara 2.482 SMK dengan 3.602 perusahaan. (Denty A./Aline R.)


Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/12/kebutuhan-dunia-kerja-jadi-rujukan-kompetensi-lulusan-pendidikan-vokasi

Tulisan Lainnya
Penuhi Kebutuhan DUDI, Kemendikbud Tingkatkan Potensi Kepemimpinan Peserta Didik Vokasi

Jakarta, 26 Februari 2021 --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menekankan bahwa tujuan dari program penguatan pendidikan jenjang sarjana terapan (D4)

04/03/2021 14:15 WIB - Administrator
Mendapat Respons Positif, Kemendikbud Lanjutkan Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2021

Jakarta, 1 Maret 2021 --- Kebijakan bantuan kuota data internet di tahun 2020 mendapatkan tanggapan sangat positif dari masyarakat. Menindaklanjuti hal tersebut, di tahun 2021 ini Kemen

04/03/2021 14:12 WIB - Administrator
Pembelajaran Semester Genap 2020/2021 Tetap Mengacu SKB Empat Menteri

Jakarta, 3 Januari 2021 --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan kembali bahwa penyelenggaraan pembelajaran semester genap yang dimulai pada Januari 2021 tetap

21/01/2021 07:50 WIB - Administrator
Badan Akreditasi Nasional Siapkan Sistem Baru dalam Manajemen Akreditasi

Jakarta, 22 Desember 2020 --- Badan Akreditasi Nasional-Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) mereformasi kualitas manajemen sistem akreditasi sekolah/madrasah. Perubahan atau reformasi yang

21/01/2021 07:46 WIB - Administrator
Pentingnya Bangun Institusi Pendidikan Vokasi Berkualitas

Surabaya, Kemendikbud - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto menegaskan pentingnya membangun institus

21/01/2021 07:44 WIB - Administrator
Kemendikbud Dorong Link and Match antara Pendidikan Vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri

Denpasar, 11 November 2020 --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) menyel

21/11/2020 12:12 WIB - Administrator
Pemerintah Daerah Diberikan Kewenangan Penuh Tentukan Izin Pembelajaran Tatap Muka

Jakarta, 20 November 2020 --- Pemerintah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dala

21/11/2020 11:57 WIB - Administrator
Capaian dan Harapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid 19

Jakarta, Kemendikbud --- Berbagai penyesuaian kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 menjadi pencapaian tersendiri bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikb

02/11/2020 10:40 WIB - Administrator
Pentingnya Pendampingan Orang Tua pada Pembelajaran Jarak Jauh

Jakarta, Kemendikbud --- Sebagai orang tua dari tiga orang anak yang membutuhkan pendampingan belajar di masa pandemi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

02/11/2020 10:37 WIB - Administrator